Cita-cita yang Lebih dari Cita-cita

Sudah menjadi ke-saklek-an orang-orang di Indonesia, belajar = sekolah. TK, SD, SMP, lanjut SMA. Kuliah tinggi-tinggi agar dapat pekerjaan yang mapan, lalu berkeluarga. Hanya itu-itu saja. Dan akan dianggap aneh jika menjadi yang tidak seperti itu. Nyatanya, yang umum dilakukan belum tentu yang benar. Selayaknya, para siswa/mahasiswa tidak hanya dibekali dengan akademik yang tinggi saja (IQ), tetapi dengan bekal karakter, emosional (EQ), spiritual (SQ).

Seperti disampaikan oleh Bp. Anies Baswedan, Ph.D, Rektor Universitas Paramadina.

Pesan Bp. Anies Baswedan untuk Para Lulusan SMA Indonesia*

Hari ini adik-adik mensyukuri telah lulus SMA. Satu fase telah dilewati. Kita semua terbiasa dengan proses yang sudah tahu ujungnya. Dari SD ke SMP, dari SMP ke SMA, dari SMA ke perguruan tinggi. Pertanyaannya ”Bagaimana setelah kita lulus kuliah?” Pada saat kita lulus kuliah nanti, kita akan memasuki fase baru yang ujungnya terbuka.

Hari ini Anda sekolah masih berdasarkan sistem nilai. Nilai kelulusan Anda menentukan Anda masuk sekolah mana. Adik-adik, saat ini mari kita berpikir untuk memenangkan masa depan bukan sekedar lulus dengan nilai baik. Saya sering mengatakan ini kepada mahasiswa saya, ”IP yang baik hanya akan mengantarkan anda wawancara. Tetapi yang membuat anda diterima adalah leadership skill, karakter dan etos dan itu semua didapatkan tidak di ruang kelas.” Di Universitas Paramadina mahasiswa kami tidak hanya mendapatkan transkrip akademik tetapi juga transkrip non akademik. Transkrip non akademik mencatat kegiatan para mahasiswa dalam berorganisasi. Bagi saya lulus dengan IPK tinggi itu baik, tapi lulus dengan IPK baik plus pengalaman organisasi jauh lebih baik. Bagaimana menentukan lulus dengan IPK baik, caranya lihat syarat pendaftaran IPK minimum untuk mendaftar S2.

Adik-adik akan hidup di dunia baru yang akan berbeda dengan hari ini. Ada satu karakter yang penting yaitu integritas. Karena integritas lebih dari sekedar kejujuran. Saya prihatin dengan Indonesia yang korupsinya merajalela. Yang artinya saat ini rumah kita tidak menghasilkan orang jujur, sekolah kita tidak menghasilkan orang jujur, kampus kita tidak menghasilkan orang jujur. Sudah saatnya kita bersama-sama menegakkan integritas  untuk Indonesia yang lebih bersih di masa depan.

Meraih cita-cita itu baik tapi melampaui cita-cita jauh lebih baik. Michael Angelo mengatakan “The greatest danger for most of us is not that our aim is too high and we miss it, but that it is too low and we reach it.” Jangan sampai kita mampu meraih cita-cita tetapi ternyata cita-cita yang kita targetkan untuk capai itu ternyata terlalu rendah.

Adik-adik sekalian, buatlah orang tua bangga, persiapkan diri baik-baik dengan :
1. Memiliki integritas
2. Memiliki kompetensi kelas dunia (world-class competency)
3. Menguasai bahasa internasional

Melalui ketiga hal tersebut maka adik-adik punya tiket untuk masa depan.

Selamat menerbangkan cita-cita dan membekali diri untuk meraihnya!

*disampaikan saat pelepasan SMA di Jakarta

Sumber : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10151645114319653&set=a.419047834652.196065.116618629652&type=1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s